Postingan

Perjalanan ke Korea Selatan: Part 1

Gambar
Mengunjungi salah satu negara impianku sejak dahulu, Korea Selatan Mimpi itu terwujud Bulan Mei 2019. Gratis pula, Alhamdulillah banget. Aku berangkat dari Yogyakarta menuju Seoul, namun transit terlebih dahulu di Singapore hanya sebentar saja tidak lebih dari 30 menit. Waktu yang sangat singkat untuk berpindah pesawat dan terminal, dari Terminal 2 pindah ke Terminal 3 Changi International Airport. Perjalanan dari Singapore ke Seoul memakan waktu 6,5 jam dan untungnya di pesawat ada inflight entertainment untuk membunuh kebosanan. Lalu, sampailah kami di Seoul dan untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di Incheon International Airport, Seoul pada malam hari. Tiba di Korea Selatan bulan Mei adalah musim semi, di mana suhu masih cukup dingin sekitar sepuluh derajat Celcius. Tiba di Seoul malam hari, namun destinasi pertama adalah ke kota Daegu yang berjarak sekitar 4 jam dari kota Seoul. Dengan menggunakan bis, kami menuju kota Daegu. Terbang dari Yogyakarta, Bandara Adi Sutjip...

Review Singapore Airlines: The Best Airlines in the World

Gambar
안녕하세요! Jadi, sudah lama tidak nulis di blog, ya! Akhirnya hari ini bisa nulis lagi dan berbagi kepada semuanya! Kali ini, aku mau cerita sedikit atau lebih tepatnya review-dan-juga-cerita mengenai perjalanan menuju Seoul, Korea Selatan menggunakan pesawat SQ alias Singapore Airlines. Karena perjalanan dari Yogyakarta menuju Singapore menggunakan Silk Air (satu manajemen dan satu pengoperasian dengan Singapore Airlines) maka, di sini Silk Air tidak aku review banyak-banyak, karena akan berfokus pada Singapore Airlines saja. Hari itu, hari Kamis tanggal 2 Mei 2019, aku dan timku berencana akan ke Daegu lewat Seoul, karena pesawat kami landing di Seoul dan dilanjut naik bus ke Daegu selama 4 jam perjalanan. Pagi, sekitar pukul 07.00 WIB, kami sudah berada di Adisutjipto Intl. Airport, Yogyakarta dan bersiap untuk berangkat dengan transit di Singapore. Kami menggunakan Silk Air terlebih dahulu, dan pesawatnya sudah tiba sekitar pukul 10.00, namun penerbangan kami delay dikarena...

Kecamatan Ponjong, Gunungkidul. Ada Apa Di sana?

Gambar
        Bagiku, Ponjong bukan hanya sebuah kecamatan yang terletak di Kabupaten Gunung Kidul, bagiku, kini, Ponjong adalah sebuah rumah.               Mungkin kalian asing mendengar kecamatan ini, dan sangat jarang mendengar bahwa ternyata di balik kecantikan Kabupaten Gunungkidul, tersimpan Kecamatan Ponjong. Sebenarnya, apa sih yang membuat Kecamatan Ponjong ini begitu berarti? Setidaknya bagiku.     Jadi, di sinilah, kami KKN (Kelompok 14 UNY) Di Dusun Gedaren 1, Desa Sumbergiri, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul. Kami melewati hari-hari di sana selama kurang lebih 48 hari menetap dan menjadi warga di sana. Panas? Ya, tentu. Tapi, pada sore hingga malam hari, dingin menyapa dan menyelimuti kami semua.       Berhari-hari telah kami lewati di Kecamatan ini. Sebenarnya, apa sih yang spesial dari Kecamatan Ponjong ini? Mari kita simak di bawah ini, ya!  1. Lokasinya di P...

10 Fakta dari KKN yang Bikin Kangen

Gambar
       Pasti dari kalian ada yang sudah pernah merasakan apa itu yang namanya KKN dan mungkin ada yang belum pernah. Tapi tak mengapa guys kalau belum pernah, setidaknya suatu hari nanti, kalian bakal mengalami apa itu KKN dan bagaimana untuk bertahan hidup cukup lama di tempat lain yang cukup jauh dari rumah.         Tapi, percayalah guys , KKN itu asyik dan enak banget. Gaada gak enaknya kok, percaya deh. Setiap aktivitas yang kita lakukan mungkin memang melelahkan sekaligus bikin sambat. Namun, setelah itu, kita akan dilanda kangen yang begitu berat dan rasanya ingin selalu kembali ke sana dan mengulang masa-masa indah itu. Penasaran, 10 hal apa sih yang membuat KKN begitu dikangeni oleh banyak orang? Simak berikut ini, ya! 1. KKN itu Awal Mengenal Teman-Teman Baru         Saat pengumuman kelompok KKN dan lokasi KKN, pasti yang pertama kali kita gumamkan adalah, " Yah, aku dapat tempat KKN di sini nih. Jauh...

Emosi dan Sosial Media

Gambar
Pernah tidak bertanya-tanya kepada dirimu sendiri? Bagaimana menangani masalah yang ada? Bagaimana meredakan hati yang sesak, juga pengap? Bagaimana menjadikan hati tenang dan bahagia kembali? Lalu, bagaimana kita bisa meraih apa yang kita inginkan?        Seputar pertanyaan itu selalu kita tanyakan, di hampir setiap waktu dan bahkan sering kepikiran tiba-tiba secara random. Bahkan, di saat yang tidak tepat sekalipun seringkali datang dan malah berujung tidak mood dan badmood pun menyerang secara mendadak. Ah, apa perlu mengelola emosi secara bijak? Perlu!        Jadi, di usia ya 20-an ini, kita sering kepikiran, kalau kita sedih, mempertanyakan diri sendiri, krisis mental, dan berujung mental yang tidak baik-baik saja. Terkadang, kita berpikir, kesehatan mental itu benar dan ternyata sangat penting adanya. Sangat! Bahkan, bisa dibilang kesehatan fisik dan mental harus kedua-duanya didapatkan. Tidak hanya salah satu saja, m...

Reflection

Gambar
Sekarang, aku sedang berpikir, bagaimana kita bisa berjuang di dalam perkuliahan kita...        Aku, aku memilih prodi Manajemen Pendidikan di UNY yang notabene adalah prodi non-kependidikan yang sudah cukup lama berdiri di UNY dan sudah memiliki reputasi baik di kampus. Tapi, aku memutuskan untuk memilih prodi ini bukan karena apa-apa. Aku berpikir ingin memilih apa lebih dari beberapa bulan sebelumnya.        Mungkin, banyak dari kalian yang menanyakan hal yang sama padaku. "Jurusanmu itu pendidikan po? Jadi guru?" "Apa jurusanmu itu berbau administrasi banget?" "Jurusanmu baru po?" Dan lain-lain sebagainya.        Jurusanku ini, begitu unik. Entah kenapa, aku baru bisa memahaminya setelah aku duduk di semester 6. Maka dari itu, aku bisa menulis ini setelah aku tahu seluk-beluk jurusanku ini, kalau dulu, kan belum tahu banyak, kan? Ya sesimpel itu.        Ka...

Rindu

Gambar
Standing in the hill "Kalau dipikir-pikir kita tidak benar-benar mempedulikannya, kita hanya tahu dan paham Lalu kau mengucap "Sampai jumpa lagi!" "Ya, sampai jumpa lagi!" Jawabku, di sebuah stasiun itu kita tidak akan pernah tahu, bahwa kau sebenarnya mempedulikannya, hingga kau terisak, tak kuat Bahkan hingga ngilu, dan pilu juga jemarimu kaku Dan kamu mendapati, bahwa sebenarnya ia mempedulikanmu Bukan, bukan benar-benar mempedulikanmu tapi, ia sungguh-sungguh "Hai! hari ini aku pamit. Mungkin, kita akan berjumpa di lain waktu" Dan, kamu seakan-akan menarikku dalam hujan Bulan Juli, kala itu "Aku akan selalu merindukanmu" (Virgiawan Listyanto) Yogyakarta, 19 Februari 2018